Rabu, 06 Juni 2012


FIDS (FLIGHT INFORMATION DISPLAY SYSTEM) dan AAS (AUTOMATIC ANNOUNCING SYSTEM)

Pada bab ini akan dibahas secara khusus tentang suatu sistem yang kami pelajari selama pelaksanaan kerja praktek di PT. ANGKASA PURA I (persero), Kantor Cabang Bandar Udara Juanda, Surabaya yaitu Flight Information Display System (FIDS) dan Automatic Announcing System (AAS). Sistem-sistem tersebut adalah dua sistem yang saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Alasan kami memilih mempelajari dua sistem tersebut karena sistem tersebut memiliki hubungan erat dengan jurusan perkuliahan kami yaitu Teknik Komputer (TK).

1.1        Flight Information Display System (FIDS)
FIDS adalah singkatan dari Flight Information Display System yang merupakan suatu sistem informasi yang ada bandar udara Juanda Surabaya yang membantu dalam memanajemen penumpang baik keberangkatan (Departure), transit, atau kedatangan (Arrival) domestik maupun internasional. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan fasilitas jaringan komputer/network yang ada di bandara juanda Surabaya untuk berkoordinasi antar bagian satu dengan bagian lain yang ada pada FIDS. Selain untuk memanajemen penumpang sistem ini juga berguna untuk menginformasikan kepada pengunjung bandara non-penumpang tentang status suatu penerbangan. Untuk selanjutnya pada pembahasan ini, penyebutan sistem tersebut disingkat menjadi FIDS.

Secara Garis besar FIDS dapat dibagi menjadi dua bagian utama yaitu Server dan Client. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1.      Server
Server FIDS bertindak sebagai sumber data status penerbangan utama dari FIDS dan merupakan media input data untuk admin FIDS yang kemudian data tersebut dikirimkan kepada client-client yang terhubung melalui jaringan kabel UTP(Unshielded Twisted Pair). Spesifikasi perangkat lunak server FIDS antara lain:
1.               Sistem Operasi: Linux
2.               Web Server: Apache + PHP + MySQL
3.               Tambahan: PHPMyAdmin, Samba


2.   Client

Client merupakan bagian yang terhubung langsung dengan server melalui kabel UTP. Client bertugas menampilkan informasi penerbangan yang didapat dari server. Client FIDS disebut DMS(Display Minimum System). Spesifikasi perangkat keras dari DMS antara lain:
1.            Processor: VIA
2.            Memory: 64 MB
3.            Hard Disk: 256 MB (SSD)
Spesifikasi perangkat lunak dari DMS antara lain:
1.            Sistem Operasi: Linux SLAX
2.            Web Browser: Firefox
3.            Tambahan: mvmouse (untuk menyembunyikan mouse pointer)

DMS adalah singkatan dari Display Minimum System yang merupakan suatu perangkat komputer dengan spesifikasi perangkat lunak minimum yang berfungsi sebagai client dari FIDS. DMS dapat ditemukan di beberapa lokasi strategis di Bandara Juanda Surabaya supaya mudah dilihat oleh masyarakat yang ada di bandara baik penumpang maupun non-penumpang. Lokasi-lokasi tersebut antara lain:
1.            Terminal
DMS ini terletak di bagian terminal yang menginformasikan tentang status suatu penerbangan baik kedatangan(arrival) maupun keberangkatan(departure) internasional dan domestik, tergantung pada terminal mana DMS tersebut ditempatkan


                    

Gambar 3.3 DMS Keberangkatan Domestik di Depan Pintu Masuk  Keberangkatan

Gambar 3.4 DMS Keberangkatan Domestik di Counter Cek In


Gambar 3.5 DMS Kedatangan Intenasional



2.         Ruang Tunggu/Waiting Room
DMS ini terletak didalam ruang tunggu dan hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang akan melakukan perjalanan udara dari Bandara Juanda Surabaya yang sedang berada dalam ruang tunggu. DMS ini hanya menampilkan informasi keberangkatan yang akan atau telah menggunakan ruang tunggu tersebut


          
Gambar 3.7 DMS yang ada di salah satu ruang tunggu
3.      Gate
DMS ini terletak di pintu gate yang berhubungan langsung dengan pesawat udara atau bis pengantar ke pesawat udara. DMS ini menampilkan informasi keberangkatan yang akan dan telah melalui gate tersebut


                                
Gambar 3.8 Tampilan DMS yang ada di salah satu Gate

4.      Conveyor Belt
DMS ini terpasang di atas conveyor belt yang merupakan tempat penumpang mengambil barang bawaan/bagasi setelah melakukan perjalanan udara dari suatu bandara (Arrival). DMS ini hanya menampilkan informasi kedatangan yang bagasi dari kedatangan tersebut akan melalui conveyor belt tersebut




Gambar 3.9 DMS yang ada di salah satu Conveyor Bel
FIDS harus tetap saling terhubung supaya bisa berkerja secara normal karena FIDS merupakan suatu sistem yang mengandalkan jaringan komputer untuk transfer data. Berikut adalah gambaran singkat cara kerja dari FIDS

                                                      .
Gambar 3.10 Diagram hubungan antara server dengan DMS FIDS

Pada gambar 3.8 dijelaskan bagaimana data penerbangan yang tersimpan dalam database FIDS dapat ditransfer kepada DMS yang kemudian ditampilkan kepada publik.
Mula-mula sebuah client/DMS diset startup-nya sedemikian rupa sehingga pada saat DMS tersebut diaktifkan akan secara otomatis mengaktifkan aplikasi web browser dan secara otomatis pula web browser mengirimkan kepada server sebuah URL menuju suatu sub direktori dalam /var/www dengan nama yang sesuai dengan lokasi DMS tersebut ditempatkan.

Dalam direktori yang dituju oleh DMS terdapat file PHP dengan nama rool.php yang dalam file tersebut terdapat perintah untuk menjalankan beberapa query kepada MySQL untuk memberikan data yang sesuai dengan permintaan DMS yang mengakses direktori yang berisi file PHP tersebut.
PHP merupakan suatu plugin untuk apache yang memungkinkan apache untuk menerjemahkan file PHP menjadi hypertext. File PHP yang berada dalam direktori yang diakses oleh DMS akan diterjemahkan oleh apache menjadi hypertext dan ditransfer kepada DMS tersebut.
Hypertext yang didapat dari server oleh web browser yang ada pada DMS akan diubah menjadi tampilan web yang kemudian ditampilkan kepada publik

Admin FIDS adalah seorang atau lebih yang bertugas untuk memasukkan data, dan mengubah remark, dari sinilah data yang beredar di FIDS berasal. Berikut ini akan digambarkan bagaimana sebuah data penerbangan dimasukkan kedalam database FIDS hingga data tersebut ditampikan kepada publik.
                  
Gambar 3.12 Diagram aliran data penerbangan
Data yang dimasukkan kedalam database oleh admin didapat dari AMC (Apron Movement Control) termasuk jadwal dan remark baik kedatangan maupun keberangkatan. AMC mendapatkan data dan jadwal dari ATC dan maskapai/airline.
AMC memberi instruksi sebuah remark kepada admin kemudian admin akan mengeset remark sesuai yang diinstruksikan oleh AMCRemark-remark yang terdapat pada FIDS antara lain:
§  Boarding
§  Estimate
§  Departed
§  Delayed
§  UFN
§  Estimate
§  Check In
§  Landed
§  Dan lain-lain

Remark Delayed menunjukkan bahwa keberangkatan akan tertunda beberapa menit sampai beberapa jam. Remark ini memiliki beberapa alasan diantaranya:
§  Due To Wheater Condition
§  Due To Technical Problem
§  Due To Late Arrival
§  Due To Ship Shortage
§  Due To Air Traffic Control
§  Due To Protokoler
§  Due To Aircraft Service
§  Due To Operational Reason
§  Due To Flight Regulation
§  Due To Ship Change

Data-data yang beredar dalam FIDS adalah data yang sangat penting karena sangat mempengaruhi aliran penumpang yang ada di Bandara Juanda Surabaya. Walaupun data tersebut tidak rahasia, tidak semua orang boleh mengubah data tersebut terlebih menghapusnya, oleh karena itu diperlukan suatu pengamanan khusus ketika akan memasuki halaman untuk entry/ubah/hapus data atau mengubah remark.
Login adalah adalah suatu prosedur yang harus dilalui terlebih dahulu sebelum memasuki halaman untuk entry/ubah/hapus data atau mengubah remark. Dalam halaman login terdapat isian username dan password
Bila username dan password cocok maka akan tampil halaman admin yang didalamnya kita bisaentry/ubah/hapus data dan/atau mengubah remark.



AAS adalah singkatan dari Automatic Announcing System yang merupakan suatu sistem audio pengumuman otomatis melalui media pengeras suara. Sistem ini akan secara otomatis mengumumkan kepada publik yang ada di bandara juanda ketika ada perubahan remark suatu penerbangan pada FIDS.
Suara vokal yang keluar dari pengeras suara AAS berasal dari suara suatu perangkat komputer yang dipasangi aplikasi AAS didalamnya yang membuat susunan suara vokal yang telah direkam dan disiman didalam aplikasi AAS, bukan dari suara orang yang berada dibalik mikropon AAS.


AAS memiliki dua macam warna suara yaitu Pria (male) dan Wanita (Female) yang disuarakan secara bergantian. Selain dua warna suara AAS juga berbicara dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang disuarakan secara berurutan.


Aplikasi AAS terdiri dari beberapa komponen penting yang saling mendukung antara lain:
1.         Database
AAS memerlukan suatu file database untuk membantu dalam penyusunan suara vokal yang akan dijadikan sebagai pengumuman. File database tersebut berbentuk file .mdb yang merupakan file database untuk aplikasi Microsoft Access.
Database untuk AAS terdiri dari beberapa table antara lain: Airline, Airport, Announce, List_now, NoPnb, Operational, Remark, Report, Setting, VoiceName, dan Zones
2.         File Audio
Dalam aplikasi AAS terdapat beberapa kumpulan file audio yang merupakan suara vokal yang bisa disusun menjadi pengumuman. File audio tersebut berformat mp3 dengan nilai bit 128, frekuensi 44 KHz, dan kanal stereo. Suara vokal pada AAS terdiri dari dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta dua warna suara yaitu suara pria (male) dan wanita (female).

3.         Program Utama
Komponen ini merupakan komponen utama pada AAS, maka untuk menjalankan aplikasi AAS maka komponen inilah yang harus pertama dijalankan.

Aplikasi AAS sangat bergantung pada FIDS karena itu AAS selalu memonitor perubahan remark pada FIDS.
Software aplikasi AAS berjalan dilingkungan sistem operasi Windows karena AAS dibangun dengan Microsoft Visual Basic. Berikut penjelasan singkatnya


Dalam direktori aplikasi FIDS terdapat suatu file bernama xmit.inf yang berisi data-data yang terdiri nomer penerbangan, bandara tujuan/asal, jam, remark, ETA/ETD, dan status (DE/AR). Bila file tersebut mangalami perubahan maka AAS akan langsung membaca isi file tersebut dan menjadikannya sebagai input.
Dari input yang diterima AAS akan membuat suatu file .m3u yang merupakan file playlist aplikasi winamp yang berisi urutan pengucapan yang akan disuarakan. File .m3u tersebut akan secara otamatis menjalankan aplikasi winamp kemudian suara dari aplikasi winamp akan disebar ke pengeras-pengeras suara yang tersebar di kawasan terminal bandara Juanda Surabaya.
Selain otomatis AAS juga bisa dioperasikan secara manual yaitu operator AAS akan langsung mengumumkan status penerbangan melalui mikropon. Hal ini dilakukan pada kondisi tertentu yang tidak bisa diatasi oleh AAS secara otomatis seperti menyebut nama seseorang atau mengumumkan status penerbangan suatu maskapai yang belum terdaftar pada FIDS.